SURAKARTA.RILISJATENG.COM – Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui peningkatan akses layanan pendidikan, penguatan karakter anak, serta dukungan terhadap kesejahteraan pendidik PAUD. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gebyar PAUD Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surakarta di Taman Balekambang dengan mengusung tema “Bocah Solo Sumringah, Berkarakter dan Cinta Budaya”. Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 anak PAUD dari seluruh Kota Surakarta ini menjadi momentum peluncuran sejumlah program strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, mengatakan Gebyar PAUD tidak hanya menjadi ajang kreativitas bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi penerus bangsa sejak usia dini.
Berbagai kegiatan edukatif diselenggarakan dalam Gebyar PAUD 2026, di antaranya Read Aloud (membaca nyaring), Lomba Bakiak Bathok, Tari Kreasi Dolanan Anak, Fashion Show Busana Daerah, Finger Painting (lukis jari), hingga Festival Makan “Isi Piringku”. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengembangkan kemampuan literasi, seni, motorik, kerja sama, serta membiasakan pola hidup sehat melalui metode belajar yang menyenangkan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta juga menegaskan komitmennya mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun melalui penguatan layanan satu tahun pendidikan prasekolah bagi anak usia 5–6 tahun. Pendidikan anak usia dini dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan, Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan Stimulan Pembiayaan Pendidikan PAUD (SPP PAUD). Program ini diharapkan mampu membantu meringankan biaya pendidikan sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan PAUD yang berkualitas tanpa terkendala faktor ekonomi.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Surakarta juga meluncurkan Insentif Pendidik PAUD sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para guru dalam mendidik serta membentuk karakter anak sejak usia dini. Peningkatan kesejahteraan pendidik diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh satuan PAUD di Kota Surakarta.
Bunda PAUD Kota Surakarta, Vanessa Respati, turut memperkenalkan Program BOLO DIGDOYO (Bocah Solo Kuat dan Berdaya) sebagai gerakan pembiasaan karakter melalui implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program tersebut dirancang sebagai panduan bagi satuan PAUD maupun keluarga dalam membentuk karakter anak melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten sejak dini.
Menurut Vanessa, BOLO DIGDOYO bertujuan membentuk anak-anak Kota Surakarta yang sehat, cerdas, berkarakter, religius, dan tetap mencintai budaya lokal. Program tersebut diwujudkan melalui tujuh kebiasaan, yaitu Bolo Mruput (bangun pagi), Bolo Manembah (beribadah), Bolo Seger (berolahraga), Bolo Sehat (makan sehat dan bergizi), Bolo Sinau (gemar belajar), Bolo Srawung (bermasyarakat), dan Bolo Tertib (tidur lebih cepat). Seluruh kebiasaan tersebut diharapkan menjadi budaya positif yang diterapkan secara berkelanjutan melalui keteladanan orang tua dan pendidik.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardianto mengajak para ayah untuk berperan lebih aktif dalam pengasuhan anak melalui Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo (GASMAS) yang diinisiasi DP3AP2KB Kota Surakarta. Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun ibu, tetapi memerlukan keterlibatan aktif ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Kehadiran ayah dalam proses pengasuhan akan memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kepercayaan diri anak. Karena itu, kami mengajak para ayah untuk bersama-sama mengambil peran dalam membangun generasi Kota Surakarta yang berkualitas,” ujar Respati.
Melalui peluncuran SPP PAUD, Insentif Pendidik PAUD, Program BOLO DIGDOYO, dan Gerakan GASMAS, Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Sinergi antara pemerintah, pendidik, keluarga, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi Kota Surakarta yang sehat, cerdas, berkarakter, mencintai budaya, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045
