SURAKARTA.RILISJATENG.COM – Pemerintah Kota Surakarta menggelar Upacara Peringatan Serangan Umum Empat Hari di Kota Solo di Halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (7/8/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, meneladani nilai keberanian, persatuan, gotong royong, dan pengorbanan dalam mengisi kemerdekaan.
Upacara dipimpin oleh Kepala Pengadilan Negeri Surakarta, Dr. Achmad Satibi, S.H., M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa Serangan Umum Empat Hari merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia. Peristiwa tersebut berlangsung pada 7–10 Agustus 1949 dan dipimpin oleh Letkol Slamet Riyadi dan Mayor Achmadi sebagai bagian dari perjuangan gerilya serentak menghadapi pendudukan Belanda.
Menurut Wali Kota, peringatan Serangan Umum Empat Hari tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi sarana untuk mengambil nilai-nilai perjuangan yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“Semangat perjuangan para pahlawan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Tantangan yang kita hadapi saat ini memang berbeda, namun nilai-nilai kejujuran, gotong royong, disiplin, serta semangat melayani masyarakat tetap menjadi fondasi dalam membangun Kota Surakarta yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” demikian kutipan sambutan Wali Kota.
Nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang ditunjukkan para pejuang diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Semangat tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan dalam membangun Kota Surakarta.
Generasi Muda Diminta Tidak Melupakan Sejarah
Wali Kota secara khusus mengajak generasi muda untuk terus mempelajari dan memahami sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan.
Generasi muda diharapkan mampu meneruskan semangat para pahlawan melalui kegiatan positif, seperti terus belajar, berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai kepahlawanan dapat tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Serangan Umum Empat Hari juga menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kota Surakarta kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kota Surakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, merawat nilai-nilai kebangsaan, serta bersama-sama mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian.
Semangat perjuangan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari pembangunan Kota Surakarta sebagai kota budaya sekaligus kota perjuangan, dengan tetap menjunjung nilai kebersamaan dalam mewujudkan kota yang maju, berbudaya, dan sejahtera.
