SURAKARTA.RILISJATENG.COM – Kota Surakarta kembali menegaskan diri sebagai salah satu pusat penyelenggaraan olahraga nasional melalui Kejuaraan Billiard Nusantara Open 2026 Chapter 1 – Solo Genesis. Kejuaraan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Surakarta Respati Ardi pada Rabu (22/7/2026) ini menjadi seri pembuka dari rangkaian kompetisi nasional yang akan digelar di tujuh kota di Indonesia.
Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri pengurus organisasi olahraga biliar, atlet, wasit, sponsor, komunitas olahraga, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Ajang tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong pengembangan sport tourism di Kota Surakarta.
Dalam sambutannya, Respati Ardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Surakarta, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Kejuaraan Billiard Nusantara Open 2026. Kehadiran atlet dari berbagai daerah menjadi energi positif bagi perkembangan olahraga biliar Indonesia,” ujar Respati.
Menurutnya, dipilihnya Solo sebagai kota pembuka merupakan bentuk kepercayaan terhadap kemampuan Surakarta dalam menyelenggarakan event olahraga berskala nasional.
Respati menilai Kota Solo memiliki pengalaman panjang menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Didukung infrastruktur olahraga, akses transportasi, fasilitas perhotelan, hingga keramahan masyarakat, Surakarta dinilai siap berkembang sebagai destinasi sport tourism unggulan.
“Pemerintah Kota Surakarta akan terus mendukung penyelenggaraan berbagai event olahraga karena memberikan manfaat besar, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga promosi pariwisata daerah,” katanya.
Setelah seri pembuka di Solo, Kejuaraan Billiard Nusantara Open 2026 akan berlanjut ke Baubau, Kendari, Makassar, Padang, Medan, dan Tangerang sebagai seri penutup.
Respati menegaskan kompetisi yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berprestasi karena memberikan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kualitas teknik dan mental atlet.
Selain menjadi ajang olahraga, kejuaraan ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Surakarta untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, kuliner, batik, hingga produk UMKM kepada peserta dari berbagai daerah.
Menurutnya, olahraga menjadi media efektif untuk memperkenalkan identitas Kota Solo sebagai kota budaya sekaligus destinasi wisata.
Selama berada di Surakarta, para peserta diharapkan dapat menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner khas, pusat batik, hingga pertunjukan seni yang menjadi kekuatan pariwisata Kota Bengawan.
Respati juga mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, integritas, dan rasa saling menghormati selama pertandingan berlangsung.
“Kemenangan bukan hanya soal menjadi juara, tetapi juga bagaimana menjunjung tinggi sportivitas dan menunjukkan karakter terbaik selama bertanding,” ujarnya.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Respati, akan terus mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Melalui kolaborasi pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, dan masyarakat, Solo diharapkan semakin dikenal sebagai kota penyelenggara event olahraga nasional yang mampu memberikan dampak positif bagi prestasi atlet, pertumbuhan ekonomi, serta sektor pariwisata.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wali Kota Surakarta Respati Ardi secara resmi membuka Kejuaraan Billiard Nusantara Open 2026 Chapter 1 – Solo Genesis, yang diharapkan menjadi awal lahirnya atlet-atlet biliar Indonesia berprestasi sekaligus memperkuat posisi Surakarta sebagai kota sport tourism berkelas nasional.







