SURAKARTA.RILISJATENG.COM – Pemerintah Kota Surakarta mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan pariwisata Kota Solo. Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat menghadiri Grand Final Pemilihan Putra Putri Solo 2026 yang digelar di Halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (24/7/2026) malam.
Mengusung tema “Amratani Aruming Budaya”, ajang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta mencetak duta budaya dan pariwisata yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya, destinasi wisata, serta potensi ekonomi kreatif Kota Solo kepada masyarakat luas.
Dalam sambutan Wali Kota Surakarta yang dibacakan Wakil Wali Kota Astrid Widayani, disampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Paguyuban Putra Putri Solo, dewan juri, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pemilihan Putra Putri Solo 2026.
Astrid menjelaskan bahwa tema “Amratani Aruming Budaya” memiliki makna merawat, menjaga, dan mengharumkan budaya sebagai identitas Kota Surakarta. Menurutnya, budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi harus terus dikembangkan melalui inovasi, kreativitas, dan partisipasi aktif generasi muda.
“Pemilihan Putra Putri Solo bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi proses membentuk duta-duta muda yang memiliki wawasan, karakter, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap budaya dan pariwisata Kota Solo,” ujar Astrid saat membacakan sambutan Wali Kota Surakarta.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi dan media digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk memperkenalkan Kota Solo kepada masyarakat nasional maupun internasional. Karena itu, Putra Putri Solo diharapkan mampu menjadi representasi wajah Kota Surakarta yang cerdas, berkarakter, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Astrid juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti rangkaian seleksi secara panjang, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, public speaking, wawancara, hingga pembekalan. Seluruh proses tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membentuk calon duta budaya yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai sejarah, budaya, pariwisata, serta potensi daerah.
Kepada para finalis, Astrid berpesan agar siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Putra Putri Solo 2026 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Mereka diharapkan menjadi mitra Pemerintah Kota Surakarta dalam mempromosikan berbagai potensi daerah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai budaya bangsa.
“Jadilah pribadi yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya, mempromosikan destinasi wisata, mendukung produk-produk UMKM dan ekonomi kreatif, serta memanfaatkan media digital secara bijak untuk mengangkat nama Kota Surakarta di tingkat nasional maupun internasional,” pesannya.
Lebih lanjut, Astrid menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus berkembang melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas, inovasi, serta pelestarian budaya. Kehadiran Putra Putri Solo diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang menjadi salah satu sektor unggulan Kota Solo.
Ajang Pemilihan Putra Putri Solo juga dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya akan budaya.
Tahun ini, Pemilihan Putra Putri Solo 2026 diikuti sebanyak 97 peserta, terdiri atas 37 peserta putra dan 60 peserta putri. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, terpilih 10 finalis putra dan 10 finalis putri yang tampil pada malam Grand Final untuk memperebutkan gelar Putra Putri Solo 2026.
Melalui penyelenggaraan ajang ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi duta budaya dan pariwisata, memperkuat citra Solo sebagai kota budaya yang modern, kreatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung promosi pariwisata serta ekonomi kreatif menuju Kota Surakarta yang semakin maju dan mendunia.
