SURAKARTA.RILISJATENG.COM – Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan mental, melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu Plus. Salah satunya dilakukan melalui Pelatihan Mental Health First Aid (MHFA) bagi Kader Posyandu Plus yang menjadi bagian dari kegiatan Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kader Posyandu Plus bidang kesehatan dari Kecamatan Serengan dan Jebres. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Surakarta Venessa Respati, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surakarta yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Yusuf Bachtiar, Presiden Rotary Club Solo Kartini Lia Taufiq, serta narasumber dan fasilitator dari PT Sinta.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Venessa Respati menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Persoalan kesehatan mental dapat dialami oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, masyarakat usia produktif hingga lansia.
Menurut Venessa, anak-anak juga menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental, salah satunya adalah perundungan atau bullying. Karena itu, diperlukan peran berbagai pihak untuk membangun lingkungan yang mampu memberikan dukungan serta melakukan deteksi dini terhadap persoalan kesehatan mental di masyarakat.
Kasus Kesehatan Mental di Surakarta Menunjukkan Tren Peningkatan
Venessa memaparkan data hasil screening kesehatan mental warga Kota Surakarta yang dilakukan melalui Puskesmas. Berdasarkan data tersebut, terdapat tren peningkatan hasil screening kesehatan mental dari waktu ke waktu.
Pada Triwulan IV 2025, angkanya tercatat sebesar 9 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 10 persen pada Triwulan I 2026, kemudian kembali meningkat hingga 13,95 persen pada Triwulan II 2026, atau periode April hingga Juni 2026.
Menurut Venessa, peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat.
“Melihat tren kenaikan ini, penanganan kesehatan mental tidak bisa ditunda. Masalah ini sangat kompleks dan dapat dialami oleh seluruh lapisan usia. Kader Posyandu Plus sebagai ujung tombak warga lokal diharapkan bisa membantu deteksi dini dan memberikan pendampingan awal tanpa mengintimidasi,” ujar Venessa.
Melalui pelatihan tersebut, kader Posyandu Plus diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama terhadap persoalan kesehatan mental sebelum masyarakat mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.
Kader Posyandu Plus Diperkuat dengan Pelatihan MHFA
Presiden Rotary Club Solo Kartini, Lia Taufiq, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Rotary Club Solo Kartini, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dinas Kesehatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan mental di masyarakat.
Menurutnya, keberadaan tenaga profesional seperti psikolog klinis di Posyandu Plus menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Pelatihan MHFA kemudian dihadirkan untuk memberikan bekal kepada para kader agar mampu memberikan respons awal yang tepat ketika menemukan warga yang membutuhkan dukungan terkait kesehatan mental.
Lia mendorong seluruh peserta mengikuti pelatihan secara maksimal agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Ikuti pelatihan ini sampai selesai, bukan cuma pembekalan keilmuan yang didapatkan, tetapi nanti juga ada booster energy yang akan diinstalkan kepada Bapak/Ibu,” ujar Lia.
Ia berharap para kader dapat membawa energi positif serta kemampuan baru setelah mengikuti pelatihan sehingga semakin siap menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Pelatihan Diberikan Gratis bagi Kader
Lia juga menjelaskan bahwa pelatihan profesional sejenis di luar program ini umumnya membutuhkan biaya sekitar Rp1.860.000 per peserta. Namun, melalui kerja sama yang dilakukan dalam kegiatan tersebut, pembekalan bagi kader Posyandu Plus dapat diberikan secara gratis.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat kualitas pelayanan Posyandu Plus di Kota Surakarta.
Dengan adanya pelatihan Mental Health First Aid, Pemerintah Kota Surakarta berharap kader Posyandu Plus semakin mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan mental. Penguatan kapasitas kader di tingkat wilayah juga diharapkan dapat mendorong deteksi dini, pendampingan awal, serta rujukan yang lebih tepat bagi warga yang membutuhkan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental masyarakat dari berbagai kelompok usia.







